Kamis, 20 Desember 2012

TESTIMONI UAS

Pengerjaan dan pemostingan tugas UAS kali ini menurut saya sangat menegangkan. Salah satu tantangan yang berat ialah saya harus membahas suatu topik tentunya yang berkaitan dengan proses pembelajaran dan dengan mengggunakan teori belajar, saya juga harus dapat membahas topik tersebut dengan mengggunakan minimal 1000 kata padahal saya sangat sulit untuk banyak berkata-kata (lebih suka yang "to the point"). Selain dari 1000 kata yang wooow buat saya ternyata saya juga salah paham mengenai waktu penggumpulan tugas yang berdampak saya terancam tidak dianggap UAS namun karena mendapat keringanan dari Dosen Pengampu akhirnya saya diperbolehkan memposting walaupun telat sekitar lebih kurang 16 jam dari waktu seharusnya. Terima kasih Bu Dina untuk toleransinya dan ini merupakan pembelajaran yang tidak akan pernah saya lupakan.

Learning is Fun :)

TUGAS UAS


PERBANDINGAN PENUGASAN PADA MATA KULIAH PSIKOLOGI BELAJAR DENGAN BEBERAPA PENUGASAN PADA MATA KULIAH LAIN DITINJAU DARI TEORI BELAJAR

Pendeskripsian Penugasan pada Mata Kuliah :

Psikologi Belajar
Pada semester lima ini saya memiliki beban sks dengan sembilan mata kuliah dimana salah satunya adalah mata kuliah psikologi belajar. Pada mata kuliah psikologi belajar saya mendapatkan banyak pengetahuan tentang seperti apa proses belajar, teori apa saja yang berkembang dan sering digunakan dalam proses belajar yang biasa kita jalani dalam pembelajaran kita disekolah dan saya juga menjadi lebih mengenal dan mengetahui tokoh-tokoh pendidikan (pencetus teori belajar). Metode belajar yang digunakan oleh dosen pada mata kuliah psikogi belajar menurut saya juga cukup membantu saya untuk memahami materi dimana dosen memberikan kepercayaan kepada mahasiswa untuk belajar secara mandiri di rumah dan memposting hasil pemahaman mereka di blog masing-masing. Selain penugasan individu yang rutin dilakukan dosen juga memberikan penugasan sederhana sebelum memulai kelas yaitu mempersiapkan diri dalam berdiskusi tentang topik yang akan dibahas pada hari kuliah.
Penugasan yang diberikan pada mata kuliah psikologi belajar menurut saya sangat bervariatif dan menarik. Selain tugas individu dimana mahasiswa dituntut untuk paling tidak mengetahui sedikit banyak materi yang mereka baca dan posting, mahasiswa juga diberikan kesempatan untuk melakukan praktek baik itu praktek di dalam kelas maupun di luar kelas. Praktek yang dilakuakan di dalam kelas dimana mahasiswa diminta untuk merancang cara atau metode pembelajaran yang berkaitan dengan teori pembelajaran yang juga dipilih oleh mahasiswa sendiri kemudian metode itu diuji cobakan di dalam kelas sehingga dapat diketahui seberapa besar keefektifan metode yang digunakan tersebut dalam membantu atau mempermudah pemahaman murid dalam proses pembelajaran.
Selain penugasan dalam kelas pada mata kuliah ini juga ada penugasan di luar kelasa berupa observasi yang dilakuakan oleh mahasiswa di sekolah menenengah atas kejuruan. Mahasiswa diminta untuk mempersiapkan dan memahami salah satu teori pembelajaran yang ditetapkan oleh dosen yaitu teori pembelajaran Gagne sebagai kerangka dalam melakukan observasi. Setelah menentukan kerangka teori yang akan digunakan kemudian mahasiswa mengobservasi proses pembelajaran di SMK yang dipilih serta hasilnya juga diposting di blog. Selain penugasan individu mahasiswa juga beberapa kali diberikan penugasan secara berkelompok dan mahasiswa diminta untuk memposting teori yang dibahas setiap kali sebelum memulai pembelajaran di dalam kelas.

Psikologi Sosial Menyimpang
Selain mata kuliah psikologi belajar saya juga mengambil mata kuliah Psikologi Sosial Menyimpang pada semester lima ini. Penugasan pada mata kuliah ini menurut saya hampir sama dengan psikologi belajar hanya saja penugasan rutin individu dimana mahasiswa harus memposting materi sebelum masuk kelas sedikit berbeda pada psikologi sosial menyimpang dimana mahasiswa diminta untuk membahas sebuah kasus yang diambil dari koran dan harus dibawa setiap pertemuan yang nantinya kasus tersebut yang berkitan dengan topik yang diajarkan akan dibahas secara berkelompok setelah perkuliahan dikelas selesai dan mahasiswa harus mengirimkan penugasan tersebut melalui email kepada dosen pengampu. Selain itu pada mata kuliah psikologi sosial menyimpang ini mahasiswa tidak memiliki buku pegangan yang jelas sehingga dalam mengerjakan tugas mahasiswa sangat bergantung pada slide yang diberikan oleh dosen dan teori yang diambil atau dicari melalui internet.
Proses pembelajaran yang digunakan pada psikologi sosial menyimpang juga sama dengan psikologi belajar dimana metode yang digunakan adalah metode diskusi dimana mahasiswa dan dosen berdiskusi dan membahas tentang fenomena sosial yang dianggap menyimpang. Pada psikologi sosial menyimpang mahasiswa tidak diminta untuk melakukan tugas ke lapangan ataupun praktek namun mahasiswa diminta untuk mengerjakan pembahasan kasus sebagai tugas akhir dengan mengambil referensi sebanyak dua puluh referensi baik dari buku, website maupun jurnal serta jurnal yang digunakan sebagai referensi yang digunakan harus sebanyak sembilan jurnal.

Psikologi Anak Berkebuthan Khusus
Pada mata kuliah psikologi berkebutuhan khusus mahasiswa tidak diberikan penugasan secara formal setiap kali sebelum ataupun setelah materi diajarkan, namun mahasiswa diminta untuk melakukan presentasi per kelompok secara bergantingan setiap minggunya. Tugas dosen pengampu hanya sebagai pengawas yang menilai kemampuan kelompok dalam mempresentasikan materi serta juga sebagai pengajar yang akan memberikan kesimpulan topik diakhir pembelajaran serta mengklarivikasi pernyataan presenter yang dianggap kurang tepat pada saat melakukan presentasi.
Selain presentasi penugasan juga diberikan secara kelompok dimana mahasiswa diminta secara berkelompok untuk melakukan observasi ke sekolah luar biasa yang dipilih dan ditentukan oleh masing-masing kelompok dengan ketentuan setiap kelompok harus mengunjunggi atau melakukan observasi di sekolah luar biasa yang berbeda /tidak boleh ada yang mengunjungi sekolah luar biasa yang sama. Setelah mengobservasi kemudian kelompok akan diminta untuk membuat laporan observasi dan mempresentasikannya di depan kelas dan mendiskusikannya dengan kelompok lain yang dipandu oleh dosen pengampu.

Pemabahasan Perbandingan Penugasan Menurut Beberapa Teori Pembelajaran :
Sebelum saya memulai untuk membahas dengan teori belajar pertama sekali saya akan memaparkan beberapa fungsi dari terori belajar yaitu : sebagai kerangka riset, memberikan kerangka organisasi untuk item-item informasi, mengidentifikasi sifat dari peristiwa yang kompleks, mengorganisasi pengalaman sebelumnya dan bertindak sebagai penjelasan kerja dari peristiwa (Suppes ; 1974). Dari keempat fungsi diatas kita dapat melihat seberapa besar pentingnya teori belajar dalam menentukan perkembangan dan seberapa efektif metode belajar yang kita gunakan sehari – hari. Untuk melihat perbandingan metode pembelajaran dalam bentuk pemberian tugas yang digunakan atau diterapkan oleh dosen pengampu pada mata kuliah psikologi belajar, psikologi sosial menyimpang dan psikologi anak berkebutuhan khusus maka saya mencoba memaparkannya dengan menggunaka teori perkembangan kognitif Jean Piaget dan Gagne. Alasan saya menggunakan kedua teori ini karena menurut saya teori kognitif Jean Piaget memiliki tingkat proses pembelajaran yang dispesifikkan untuk tiap tahapan perkembangan sesorang dimana disini tentunya yang tepat untuk metode pembelajaran mahasiswa dan Teori Gagne yang menurut saya sangat lengkap untuk menggambarkan proses belajar dalam berbagai kondisi dan situasi.

Teori Perkembangan Kognitif Jean Piaget (Psikologi Belajar vs Psikologi Sosial Menyimpang)
Piaget menjelaskan proses pembelajaran dan penugasan untuk siswa dilihat dari tingkat perkembangan kognitifnya. Hal ini dapat dilihat dari proses penalaran seorang individu dimana pada usia lahir sampai 1 tahun (Periode sensori motor) yang hanya mengerti situasi melalui simbol dan dengan mengembangkan relasi antar tindakan hingga pada usia diatas 14 tahun (Periode operasional formal) dimana individu memiliki kapabilitas yang logis dalam menangani segala situasi multifaktor.
Yang menjadi acuan pembahasan saya kali ini adalah tahapan atau periode operasional formal dimana mahasiswa diminta untuk lebih meningkatkan kreatifitas mereka dalam mengunggkapkan pendapatnya dan dipercayakan untuk menggerjakan tugas secara mandiri dengan format yang kreatif. Proses penugasan seperti ini sangat kental terlihat dari penugasan yang diberikan pada perkuliahan psikologi belajar dimana seperrti yang telah saya paparkan diatas, dosen memberikan pengarahan namun tetap melihat dan memeberikan kebebasan kepada mahasiswa/i nya untuk menggembangkan kreativitas mereka.
Selain pada mata kuliah psikologi belajar teori pembelajaran piaget ini juga dapat dilihat pada penugasan psikologi sosial menyimpang dimana dosen memberikan tugas pada mahasiswa untuk membahas kasus. Seperti yang kita ketahui pada teori pembelajaran piaget individu yang telah mencapai tahapan operasional formal dapat berfikir secara logis, mendeduksi berbagai kemungkinan, serta memiliki penalara yang bergerak dari hipotesis menuju ke konkret. Oleh karena itu penugasan untuk membahas kasus sangat erat kaitannya dengan penggunaan/ pelatihan terhadap proses penalaran piaget.

Kondisi Belajar Robert Gagne (Psikologi Belajar vs Psikologi Anak Berkebutuhan Khusus)
Pada teori belajar Gagne ada berbagai macam pembahasan metode, variasi, tahapan belajar dan sebagainya. Yang ingin saya bandingkan disini adalah pada mata kuliah psikologi belajar menurut saya dosen pengampu menggunakan kerangka belajar yang menitik beratkan pada variasi belajar menurut Robert Gagne dimana kategori penugasan dan pembelajaran melibatkan kemamuan siswa dalam menagkap informasi verbal (pemberian tugas untuk diposting), keterampilan intelektual (memilih metode teori belajar yang sesuai untuk dipraktekkan), strategi kognitif (bagaimana mahasiswa mengatur posting blog sebelum deadline), sikap (bagaiman sikap yang diambil pada saat pelaksanaan praktek ke SMK).
Hal yang berbeda dapat kita lihat pada mata kuliah psikologi anak berkebutuhan khusus dimana dosen pengampu lebih menitikberatkan pada tahapan belajar menurut Robert Gagne yaitu Persiapan belajar yang meliputi perhatian, harapan pengambilan kembali informasi hal ini dapat dilihat dari presentasi yang dilakukan oleh kelompok yang kemudian diikuti dengan diskusi sehingga dosen dapat melihat seberapa besar perhatian, keinginan dan pemahaman mahasiswa. Selain itu tahapan belajar lainnya yang digunakan adalah akuisisi dan kinerja dimana hal ini dapat dilihat dari dosen yang memberikan kuis sebelum UTS serta Trasfer Belajar yang ditunjukkan dengan adanya proses kunjungan ke SLB yang nantinya laporan kunjungan akan dipresentasikan untuk melihat sejauh apa kemampuan mahasiswa untu mengambil petunjuk dalam proses belajar serta bagaimana kemampuan mahasiswa dalam mengeneralisasikan ilmu yang diperolehnya. 

Daftar Pustaka:
Gredler, M. E. (2011). Learning and Instruction. Teori dan Aplikasi: edisi keenam. Jakarta: Kencana.



Rabu, 19 Desember 2012

Tugas UAS Psikologi Belajar

PERBANDINGAN PENUGASAN PADA MATA KULIAH PSIKOLOGI BELAJAR DENGAN BEBERAPA PENUGASAN PADA MATA KULIAH LAIN DITINJAU DARI TEORI BELAJAR

Pendeskripsian Penugasan pada Mata Kuliah :

Psikologi Belajar
Pada semester lima ini saya memiliki beban sks dengan sembilan mata kuliah dimana salah satunya adalah mata kuliah psikologi belajar. Pada mata kuliah psikologi belajar saya mendapatkan banyak pengetahuan tentang seperti apa proses belajar, teori apa saja yang berkembang dan sering digunakan dalam proses belajar yang biasa kita jalani dalam pembelajaran kita disekolah dan saya juga menjadi lebih mengenal dan mengetahui tokoh-tokoh pendidikan (pencetus teori belajar). Metode belajar yang digunakan oleh dosen pada mata kuliah psikogi belajar menurut saya juga cukup membantu saya untuk memahami materi dimana dosen memberikan kepercayaan kepada mahasiswa untuk belajar secara mandiri di rumah dan memposting hasil pemahaman mereka di blog masing-masing. Selain penugasan individu yang rutin dilakukan dosen juga memberikan penugasan sederhana sebelum memulai kelas yaitu mempersiapkan diri dalam berdiskusi tentang topik yang akan dibahas pada hari kuliah.
Penugasan yang diberikan pada mata kuliah psikologi belajar menurut saya sangat bervariatif dan menarik. Selain tugas individu dimana mahasiswa dituntut untuk paling tidak mengetahui sedikit banyak materi yang mereka baca dan posting, mahasiswa juga diberikan kesempatan untuk melakukan praktek baik itu praktek di dalam kelas maupun di luar kelas. Praktek yang dilakuakan di dalam kelas dimana mahasiswa diminta untuk merancang cara atau metode pembelajaran yang berkaitan dengan teori pembelajaran yang juga dipilih oleh mahasiswa sendiri kemudian metode itu diuji cobakan di dalam kelas sehingga dapat diketahui seberapa besar keefektifan metode yang digunakan tersebut dalam membantu atau mempermudah pemahaman murid dalam proses pembelajaran.
Selain penugasan dalam kelas pada mata kuliah ini juga ada penugasan di luar kelasa berupa observasi yang dilakuakan oleh mahasiswa di sekolah menenengah atas kejuruan. Mahasiswa diminta untuk mempersiapkan dan memahami salah satu teori pembelajaran yang ditetapkan oleh dosen yaitu teori pembelajaran Gagne sebagai kerangka dalam melakukan observasi. Setelah menentukan kerangka teori yang akan digunakan kemudian mahasiswa mengobservasi proses pembelajaran di SMK yang dipilih serta hasilnya juga diposting di blog. Selain penugasan individu mahasiswa juga beberapa kali diberikan penugasan secara berkelompok dan mahasiswa diminta untuk memposting teori yang dibahas setiap kali sebelum memulai pembelajaran di dalam kelas.

Psikologi Sosial Menyimpang
Selain mata kuliah psikologi belajar saya juga mengambil mata kuliah Psikologi Sosial Menyimpang pada semester lima ini. Penugasan pada mata kuliah ini menurut saya hampir sama dengan psikologi belajar hanya saja penugasan rutin individu dimana mahasiswa harus memposting materi sebelum masuk kelas sedikit berbeda pada psikologi sosial menyimpang dimana mahasiswa diminta untuk membahas sebuah kasus yang diambil dari koran dan harus dibawa setiap pertemuan yang nantinya kasus tersebut yang berkitan dengan topik yang diajarkan akan dibahas secara berkelompok setelah perkuliahan dikelas selesai dan mahasiswa harus mengirimkan penugasan tersebut melalui email kepada dosen pengampu. Selain itu pada mata kuliah psikologi sosial menyimpang ini mahasiswa tidak memiliki buku pegangan yang jelas sehingga dalam mengerjakan tugas mahasiswa sangat bergantung pada slide yang diberikan oleh dosen dan teori yang diambil atau dicari melalui internet.
Proses pembelajaran yang digunakan pada psikologi sosial menyimpang juga sama dengan psikologi belajar dimana metode yang digunakan adalah metode diskusi dimana mahasiswa dan dosen berdiskusi dan membahas tentang fenomena sosial yang dianggap menyimpang. Pada psikologi sosial menyimpang mahasiswa tidak diminta untuk melakukan tugas ke lapangan ataupun praktek namun mahasiswa diminta untuk mengerjakan pembahasan kasus sebagai tugas akhir dengan mengambil referensi sebanyak dua puluh referensi baik dari buku, website maupun jurnal serta jurnal yang digunakan sebagai referensi yang digunakan harus sebanyak sembilan jurnal.

Psikologi Anak Berkebuthan Khusus
Pada mata kuliah psikologi berkebutuhan khusus mahasiswa tidak diberikan penugasan secara formal setiap kali sebelum ataupun setelah materi diajarkan, namun mahasiswa diminta untuk melakukan presentasi per kelompok secara bergantingan setiap minggunya. Tugas dosen pengampu hanya sebagai pengawas yang menilai kemampuan kelompok dalam mempresentasikan materi serta juga sebagai pengajar yang akan memberikan kesimpulan topik diakhir pembelajaran serta mengklarivikasi pernyataan presenter yang dianggap kurang tepat pada saat melakukan presentasi.
Selain presentasi penugasan juga diberikan secara kelompok dimana mahasiswa diminta secara berkelompok untuk melakukan observasi ke sekolah luar biasa yang dipilih dan ditentukan oleh masing-masing kelompok dengan ketentuan setiap kelompok harus mengunjunggi atau melakukan observasi di sekolah luar biasa yang berbeda /tidak boleh ada yang mengunjungi sekolah luar biasa yang sama. Setelah mengobservasi kemudian kelompok akan diminta untuk membuat laporan observasi dan mempresentasikannya di depan kelas dan mendiskusikannya dengan kelompok lain yang dipandu oleh dosen pengampu.

Pemabahasan Perbandingan Penugasan Menurut Beberapa Teori Pembelajaran :
Sebelum saya memulai untuk membahas dengan teori belajar pertama sekali saya akan memaparkan beberapa fungsi dari terori belajar yaitu : Sebagai kerangka riset, memberikan kerangka organisasi untuk item-item informasi, mengidentifikasi sifat dari peristiwa yang kompleks, mengorganisasi pengalaman sebelumnya dan bertindak sebagai penjelasan kerja dari peristiwa (Suppes ; 1974). Dari keempat fungsi diatas kita dapat melihat seberapa besar pentingnya teori belajar dalam menentukan perkembangan dan seberapa efektif metode belajar yang kita gunakan sehari – hari. Untuk melihat perbandingan metode pembelajaran dalam bentuk pemberian tugas yang digunakan atau diterapkan oleh dosen pengampu pada mata kuliah psikologi belajar, psikologi sosial menyimpang dan psikologi anak berkebutuhan khusus maka saya mencoba memaparkannya dengan menggunaka teori perkembangan Kognitif Jean Piager dan Gagne. Alasan saya menggunakan kedua teori ini karena menurut saya teori kognitif Jean Piaget memiliki tingkat proses pembelajaran yang dispesifikkan untuk tiap tahapan perkembangan sesorang dimana disini tentunya yang tepat untuk metode pembelajaran mahasiswa dan Teori Gagne yang menurut saya sangat lengkap untuk menggambarkan proses belajar dalam berbagai kondisi dan situasi.

Teori Perkembangan Kognitif Jean Piaget (Psikologi Belajar vs Psikologi Sosial Menyimpang)
Piaget menjelaskan proses pembelajaran dan penugasan untuk siswa dilihat dari tingkat perkembangan kognitifnya. Hal ini dapat dilihat dari proses penalaran seorang individu dimana pada usia lahir sampai 1 tahun (Periode sensori motor) yang hanya mengerti situasi melalui simbol dan dengan mengembangkan relasi antar tindakan hingga pada usia diatas 14 tahun (Periode operasional formal) dimana individu memiliki kapabilitas yang logis dalam menangani segala situasi multifaktor.
Yang menjadi acuan pembahasan saya kali ini adalah tahapan atau periode operasional formal dimana mahasiswa diminta untuk lebih meningkatkan kreatifitas mereka dalam mengunggkapkan pendapatnya dan dipercayakan untuk menggerjakan tugas secara mandiri dengan format yang kreatif. Proses penugasan seperti ini sangat kental terlihat dari penugasan yang diberikan pada perkuliahan psikologi belajar dimana seperrti yang telah saya paparkan diatas, dosen memberikan pengarahan namun tetap melihat dan memeberikan kebebasan kepada mahasiswa/i nya untuk menggembangkan kreativitas mereka.
Selain pada mata kuliah psikologi belajar teori pembelajaran piaget ini juga dapat dilihat pada penugasan psikologi sosial menyimpang dimana dosen memberikan tugas pada mahasiswa untuk membahas kasus. Seperti yang kita ketahui pada teori pembelajaran piaget individu yang telah mencapai tahapan operasional formal dapat berfikir secara logis, mendeduksi berbagai kemungkinan, serta memiliki penalara yang bergerak dari hipotesis menuju ke konkret. Oleh karena itu penugasan untuk membahas kasus sangat erat kaitannya dengan penggunaan/ pelatihan terhadap proses penalaran piaget.

Kondisi Belajar Robert Gagne (Psikologi Belajar vs Psikologi Anak Berkebutuhan Khusus)
Pada teori belajar Gagne ada berbagai macam pembahasan metode, variasi, tahapan belajar dan sebagainya. Yang ingin saya bandingkan disini adalah pada mata kuliah psikologi belajar menurut saya dosen pengampu menggunakan kerangka belajar yang menitik beratkan pada variasi belajar menurut Robert Gagne dimana kategori penugasan dan pembelajaran melibatkan kemamuan siswa dalam menagkap informasi verbal (pemberian tugas untuk diposting), keterampilan intelektual (memilih metode teori belajar yang sesuai untuk dipraktekkan), strategi kognitif (bagaimana mahasiswa mengatur posting blog sebelum deadline), sikap (bagaiman sikap yang diambil pada saat pelaksanaan praktek ke SMK).
Hal yang berbeda dapat kita lihat pada mata kuliah psikologi anak berkebutuhan khusus dimana dosen pengampu lebih menitikberatkan pada tahapan belajar menurut Robert Gagne yaitu Persiapan belajar yang meliputi perhatian, harapan pengambilan kembali informasi hal ini dapat dilihat dari presentasi yang dilakukan oleh kelompok yang kemudian diikuti dengan diskusi sehingga dosen dapat melihat seberapa besar perhatian, keinginan dan pemahaman mahasiswa. Selain itu tahapan belajar lainnya yang digunakan adalah akuisisi dan kinerja dimana hal ini dapat dilihat dari dosen yang memberikan kuis sebelum UTS serta Trasfer Belajar yang ditunjukkan dengan adanya proses kunjungan ke SLB yang nantinya laporan kunjungan akan dipresentasikan untuk melihat sejauh apa kemampuan mahasiswa untu mengambil petunjuk dalam proses belajar serta bagaimana kemampuan mahasiswa dalam mengeneralisasikan ilmu yang diperolehnya.


Sabtu, 08 Desember 2012

Tugas Individu Observasi SMK TriTech Informatika


Data observasi yang didapatkan di SMK Tritech adalah :
1.    Nama dan NIM observer      : Deepraj Kaur (101301051)
2.    Kelas yang di observasi        : III-7 SMK Tritech
3.    Mata pelajaran                      : Bahasa Indonesia
4.    Nama Guru                           : Triandini Ayuningtiyas
5.    Waktu/durasi observasi        : 30 menit/ 11.45-12.15
6.    Jumlah siswa dikelas            : 26 orang
7.    Media pembelajaran guru    : TV yang digunakan untuk menampilkan power point yang telah tersedia, laptop, dan whiteboard.
8.    Media pembelajaran siswa   : Buku cetak dan alat tulis (pada saat mengerjakan latihan) ; laptop, dan buku tulis (untuk catatan).
9.    Alat observasi                        : Pulpen, kertas, dan buku panduan.
10. Situasi fisik kelas          : Didalam ruang kelas terdapat fasilitas AC, Whiteboard, spidol, penghapus, televisi yang berfungsi sebagai layar saat presentasi. Di depan kelas terdapat dua meja guru dimana meja yang utama berada didepan ujung kelas atau tepatnya berada didepan dan menghadap ke siswa dan meja yang kedua berada disamping kanan meja pertama dan menghadap ke samping siswa. Diruang kelas juga terdapat rak besi didekat pintu masuk dan selain AC di ruang kelas juga disediakan satu buah kipas angin serta terdapat jam dinding. Kursi untuk siswa berjumlah 26 dan susunan kursi terlihat sangat berantakan (tidak sebaris), ruang kelas tidak memiliki pintu dan dinding kelas terbuat dari tripleks dan walaupun kondisi kelas tidak berpintu namun AC tetap menyala namun kipas angin tidak dinyalakan. Kondisi lantai kelas tidak begitu bersih karena terdapat beberapa sampah makanan siswa dan sampah kertas dilantai kelas.

Tabel yang saya gunakan sebagai Kerangka Acuan (pedoman) adalah Tabel 5.3 yaitu 9 tahapan belajar

Deskripsi
Tahapan
Fungsi
Persiapan belajar
1.    Memperhatikan
Memberi peringatan bagipemelajar terhadap adanyastimulus
2.    Harapan
Mengorientasikan pemelajarpada tujuan belajar
3.    Pengambilan kembali (informasirelevan dan/atau keterampilan)untuk dibawa ke ingatan kerja
Memberi ingatan tentangkapabilitas yang diinginkan
Akuisisi dan kinerja
4.    Persepsi selektif terhadap cirristimulus
Memungkinkan penyimpananstimulus penting secaratemporer di dalam ingatankerja
5.    Pengkodean semantik
Transfer cirri stimulus daninformasi terkait ke dalamingatan jangka panjang
6.    Pengambilan kembali danrespons
Mengembalikan informasiyang tersimpan ke penggerakrespons individual danmengaktifkan respons
7.    Penguatan
Mengkonfirmasi harapanpemelajar tentang tujuanbelajar
Transfer belajar
8.    Pengambilan petunjuk
Memberikan petunjuktambahan untuk peringatankapabilitas di waktu
mendatang
9.    Kemampuan generalisasi
Memperkaya transfer belajarke situasi baru

Dengan mengggunakan tabel 5.3 sebagai pedoman dalam melakukan observasi ditemukan bahwa dalam proses belajar yang berlangsung dikelas siswa cenderung tidak meemperhatikan guru saat memberikan informasi namun ketika guru tersebut memanggil nama mereka untuk menjawab pertanyaan dari tugas yang diberikan, para siswa memberikan atensi yang lebih begitu juga ketika teman sekelas mereka membaca pertanyaan mereka dapat memberikan perhatian yang lebih namun jika ada saja sedikit distraktor atau gangguan baik dari bunyian ataupun hal lainnya maka para siswa sangat mudah terganggu konsentrasinya. Para siswa kurang memiliki harapan ataupun antusias untuk bertanya terhadap hal-hal baru misalnya saja pada saat observer datang tidak satupun dari mereka bertanya tentang tujuan kedatangan observer. Pada saat guru menilai jawaban dengan memberitahukan dimana saja kesalah mereka ketika menjawab mereka memperhatikan dan mengingat sehingga saya sebagai observer tidak menemukan mereka salah pada kasus yang sama, oleh karena itu saya menyimpulkan bahwa kemampuan mereka dalam mengolah informasi cukup baik. Selain dari ketiga aspek acuan diatas saya juga menggunakan acuan lainnya namun tidak semua acuan yang saya gunakan dapat diobservasi dengan lengkap dan jelas karena keterlambatan waktu dalam melakukan observasi dimana observer hadir kedalam kelas tepat 30 menit sebelum siswa/i pulang sehingga data yang didapatkan tidak lengkap jika dilihat dari acuan yang digunakan selain itu pada saat observer datang kegiatan belajar mengajar sudah hampir selesai dimana siswa/i sedang mengerjakan tugas dan membahasnya dengan metode diskusi yang dilakukan antara siswa/i dengn gurunya.

Tabel yang saya gunakan sebagai Acuan adalah Tabel 5.2 Tinjauan atas 5 Variasi Belajar

Kategori belajar
Kapabilitas
Penampilan
Contoh
Informasi verbal
Pengambilan informasi yang tersimpan
Menyatakan atau mengkomunikasikan informasi tersebut dengan berbagai cara
Penyusunan kalimat definisi patriotism
Keterampilan intelektual
Operasi mental yang memungkinkan individu untuk merespons kon-septualisasi lingkungan
Berinteraksi dengan lingkungan tersebut dengan menggunakan symbol
Membedakan antara merah dan biru; menghitung luas segi-tiga
Strategi kognitif
Proses control pelaksana yang mengatur pemikiran dan belajar dari pe-melajar
Mengelola ingatan, pemikiran, dan peme-lajar seseorang secara efisien
Menyusun kartu ca-tatan untuk penulisan paper
Keterampilan motorik
Kapabilitas dan “rencana eksekutif” untuk mela-kukan sekuensi gerakan fisik
Mendemonstrasikan urutan fisik atau tin-dakan
Mengikat tali sepatu; menunjukkan gerak sayap kupu-kupu
Sikap
Presdisposisi ke tindakan positif atau negative ter-hadap orang, objek atau peristiwa
Memilih tindakan personal terhadap atau menjauh dari objek, peristiwa atau orang
Memilih mengunjungi museum seni; meng-hindari konser music rock

Hasil Observasi yang saya lakukan di SMK Tritech Informatika :
Pengambilan informasi verbal siswa/i sangat baik dimana setelah guru yang bersangkutan menjelaskan materi dan letak kesalahan jawaban siswa/i maka observer tidak menemukan para siswa melakukan kesalahan dalam menjawab pertanyaan yang sejenis ataupun serupa. Selain tidak terjadinya kesalahan dalam menjawab para siswa juga fokus pada saat guru menjelaskan materi yang benar namun mereka cepat terpecahkan perhatiannya ketika ada faktor gangguan dari luar seperti kebisingan ataupun dipanggil oleh siswa lain dari luar.
Strategi kognitif yang digunakan juga baik dimana mereka atau siswa/i mencatat hal-hal penting yang dijelaskan oleh guru mereka keetika terjadi kesalahan dalam menjawab soal sehingga mereka tidak mengulangi kesalahan dalam menjawab soal yang sejenis.
Selain dua aspek diatas, aspek lain yang dapat diobservasi oleh observer adalah sikap siswa dalam memilih hal mana yang penting dan diutamakan dalam belajar hal ini dapat dilihat dari tingkat atensi mahasiswa yang baik dimana sikap mereka tenang dan serius dalam memperhatikan penjelasan dari guru namun jika ada hal yang mengganggu maka sikap mereka cepat sekali berubah menjadi tidak tenang dan berisik. Walaupun sikap mereka terkesan labil namun mereka masih tetap dapat bekonsentrasi dalam menyelesaikan tugasnya.

KOMENTAR

Kelas III-7 Tritech dari segi fisiknya sudah menggunakan alat-alat yang modern dan canggih namun sayangnya ruang kelas yang tidak memiliki pintu sangat mengganggu proses belajar menggajar karena sangat berisik. Selain dari segi fisik saya melihat hubungan antara siswa dan guru terlihat sangat akrab dan metode diskusi yang digunakkan juga efektif.

TESTIMONI
Saya sangat antusias dalam tugas praktek kali ini namun pada saat mengobservasi saya sedikit gugup karena ini merupakan pengalaman pertama saya untuk mengobservasi kelas yang anak-anaknya sudah berusia 16 tahun keatas. Pada saat melakukan observasi juga saya menemui beberapa kesulitan dalam mencari kelas dan sempat merasa woow dengan fasilitas ruang kelas yang mereka miliki karena pada saat saya lihat dari luar bentuk sekolahnya belum begitu sempurna karen masih dalam tahap pembangunan namun setelah masuk kekelas saya merasa kaget. Yang jelas saya sangat menikmati tugas lapangan kali ini.

Daftar Pustaka:
Gredler, M. E. (2011).Learning and Instruction. Teori dan Aplikasi: edisi keenam. Jakarta:Kencana