Selasa, 05 April 2011

komentar tentang fenomena pendidikan

deepraj kaur 10-051
anggun rss 10-075
riana octhaviany 10-079

fenomena-fenomena pendidikan di Indonesia :
  • homeschooling
  • biaya pndidikan yang mahal
  • fenomena RSBI (Rintisan Sekolah Berthap Internasional)
homeschooling merupakan metode belajr mengajar yang dilakukan secara menyeluruh di rumah murid tsb. murid tsb tidak melakukan aktivitas belajar disekolah. homeschooling dilakukan dg mendatangkan guru kerumah utk mengajar murid nya. homeschooling menjadi suatu trend mettode belajar mengajar saat ini apalagi dilingkungan anak-anak yang mulai terlibatdalm pekerjaan spt artis, dsb.

menurut kami pelaksanaan homeschooling itu cukup efektif karena murid tsb bisa lebih terfokus dan nyaman dalam belajarnya karena dia berada dirumah sendiri. tetapi, homeschooling juga dapat berakibat buruk terhadap kemampuan murid untuk bersosialisasi. murid akan kurang mampu bersosialisasi dengan orang lain terutama teman sebaya dan akan lebih menyukai bekerja sendiri dan melakukan segala sesuatunya dengan sendiri.

kalau ditinjau dari teori pendidikan baik pendidikan keluarga maupun bimbingan belajar, sebenarnya pendidikan yang mahal di Indonesia tidak menjadi penghalang bagi seseorang utnuk memperoleh pendidikan , khususnya pendidikan yang didapat dari lingkungan sekolah. Namun, pendidikan dasar berasal dari keluarga, ari cara keluarga meneraapkan makna pendidikan pda anak-anaknya dapat memotivasi kegigihan seorang anak untuk memperoleh pendidikan mereka walaupun banyak halangan spt masalahh biaya. pendidikan bukan hanya kita peroleh secara formal namun ada juga bimbingan belajr diluar sekolah. dan saat ni pemerintah telah membuat kebjakan yaitu melaksanakan pendidikan gratis bagi anak-anak yang kurang mampu khusunya. menurut kami biaya mahal bukanlah menjadi penghalang bagi seseorang asalkan motivasi instrinsiknya akan pendidikan kuat dan pasti ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mendapatkan pendidikn.


RSBI menjadi suatu trend dikalangan sekolah-sekolah saat ini. banyk sekolah berebut untuk mendapatkan lebel sebagai sekolah yang bertaraf internasionl. padahal sebenarnya, banyak diantr mereka yang tidaak begitu memahami bagaimana sekolah bertaraf internasional itu. walaupun kualitas sekolahnya belum layak untuk mendapatkan label internasional., sekolah itu mngajukan untuk mendpat label internasional. selain itu, RSBI memberikan kesan unsur diskriminasi antara orangkaya dan yang tidak. orang kaya lebh mudah untuk membayar uang sekolah yang lumayan besar agar anak nya dpt mssuk ke kelas RSBI walaupun kemampuannya tidak ada. dan sering juga anak yang kurang mampu tapi berprestasi menjadi korban pengabaian. mereka dittolak untuk masuk di kelas RSBI karena telah diisi oleh anak orang kaya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar