Senin, 03 Desember 2012

EVALUASI TUGAS MID


Pada proses perencanaan pengaplikasian Teori Piaget yang kami lakukan untuk memenuhi Ujian Tengah Semester ada beberapa kekurangan yang harusnya dapat kami perbaiki menjadi lebih baik. Salah satu kekurangan kami adalah langkah pengaplikasian / skenario pelaksanaan dikelas yang ternyata kurang efektif sehingga membuat mahasiswa menjadi binggung dengan apa yang kami sampaikan. Oleh karena itu kami mencoba untuk menegaskan skenario pengaplikasian desain blog di kelas sekaligus menuliskan kembali sedikit penjelasan mengenai teori dasar Jean Piaget yang kami buat sebagai acuan dari proses pembelajaran yang ingin kami laksanakan.
Pengaplikasian teori dari tokoh Jean Piaget (Teori Perkembangan Kognitif) dalam kehidupan sehari-hari bisa dikatakan sering kita lakukan tanpa kita sadari. Dalam perkembangan kognitif Jean Piaget, ada 4 tahap:
  1. Tahap Sensori Motor (saat lahir - 1 tahun)
  2. Tahap Pra-Operasional (2-3 tahun - 7-8 tahun)
  3. Tahap Operasional Konkret (7-8 tahun - 12-14 tahun)
  4. Tahap Operasional Formal (di atas 14 tahun)
Dalam hal ini, kami (kelompok) mengaplikasikan teori Piaget dalam tahap operasional formal. Tahap Operasional Formal ciri utamanya adalah bahwa seseorang dapat menangani situasi multifaktor (berbeda dengan situasi dua-faktor saja). Pemikir Operasional formal mampu mengonseptualisasikan semua kombinasi faktor dalam situasi tertentu. Kelompok kami mengaplikasikan teori Piaget ini kedalam hal 'blog'
Alasan mengapa kami mengatakan 'blog' sebagai aplikasi dari teori Piaget?
Hal ini dikarenakan di tahap operasional formal ini bahwa orang-orang pada tahap ini telah mampu berpikir abstrak dan menangani situasi multifaktor, mampu mengonseptualisasikan semua kombinasi faktor dalam situasi tertentu. Misalnya mengedit tata letak dari blog tersebut. Dalam mengedit tampilan blog kita, kita memperhatikan sisi keindahan, kerapian, keteraturan tata letaknya, juga memperhatikan sisi ergonomisnya. Hal ini jelas menyangkut dengan tahap operasional formalnya dalam hal membuat design tata letak saja kita perlu memperhatikan banyak hal, kita terlebih dahulu membayangkan bagaimana hal yang akan kita lakukan (berpikir abstrak), juga kita konseptualisasikan apa yang harus kita lakukan dengan mengkombinasikan hal-hal yang diperlukan dalam memperhatikan sisi-sisi yang kita inginkan. Misalnya untuk keindahan, kita tambahkan animasi-animasi, gambar-gambar, mengedit template, warna-warna yang indah dan cocok, juga tidak menyakitkan mata saat melihat blognya.

Skenario pelaksanaan yang akan dilakukan dikelas berupa :
-      - Setiap mahasiswa diminta untuk membentuk 2 kelompok.
-     -  Setelah membentuk kelompok, para pembimbing yang terdiri dari dua orang akan bergabung ke setiap  kelompok untuk membantu memberi arahan yang diberikan oleh pembimbing utama yang akan mempresentasikan penggunaan blog di depan kelas.
-      -Setelah proses pembelajaran dilakukan maka 4 orang mahasiswa yang masing-masing 2 orang dari satu kelompok akan diminta untuk mempraktekkan pendisainan blog yang telah dipelajari dengan menggunakan kreatifitas yang mereka miliki.

Salah satu contoh proses pendesainan yang akan diajarkan terdiri dari beberapa langkah-langkah di bawah ini: Sebelum kita mengaplikasikan apa yang mau kita lakukan dalam mengedit, biasa kita telah memikirkan dalam pikiran kita secara abstrak apa yang akan kita lakukan sebelum melakukannya.










 
 



Rabu, 14 November 2012

WHY???

Untuk menjelaskan pertanyaan tentang "mengapa mahasiswa psikologi USU yang mengambil mata kuliah psikologi belajar TA 2012/2013 semester ganjil tidak memberikan tanggapan di grup sehubungan dengan rencana melakukan observasi di lapangan" , saya akan mencoba menjelaskannya dengan menggunakan beberapa teori pembelajaran :

- Teori Gagne : saya mencoba menjelaskan alasan saya dengan menggunakan teori sebilan tahapan belajar menurut Gagne dimana dikatakan tahapa belajar dimulai dengan persiapan belajar (memerhatikan, harapan, mengambil kembali informasi), akuisisi & kinerja (Persepsi selektif terhadap stimulus, pengkodean semantik, pengambilan kembali respons, penguatan) dan transfer belajar (pengambilan petunjuk, kemampuan generalisasi). Dari keseluruhan tahapan belajar, pada saat saya melihat informasi di facebook saya sudah melakukan tahapan persiapan belajar dimana saya memerhatikan informasi yang diberikan oleh dosen pengampu namun karena ada banyak informasi lain sehubungan dengan adanya ujian UTS dimana saya harus lebih memfokuskan perhatian saya pada pelajaran yang akan diujiankan sehingga saya lupa dan tidak sampai pada tahap kedua dan ketiga (gagal melakukan pengambilan kembali respon dan penguatan).

- Teori Piaget : Menurut teori Piaget seharusnya mahasiswa sudah memasuki tahapan operasional formal dimana telah memiliki kemampuan untuk menangani situasi multifaktor yang muncul namun mahasiswa yang mengikuti matakuliah psikologi belajar T.A 2012/2013 kurang mampu untuk menanggani situasi multifaktor yaitu fokus pada UAS sehingga lupa dengan informasi yang diberikan oleh dosen pengampu.

- Teori Bandura : Topik yang paling khas dari teori bandura adalah pembelajaran melalui modeling dengan melihat aktifitas yang ada dilingkungan. Dalam kasus saat ini dimana kebanyakan mahasiswa yang menggambil matakuliah psikologi belajar melupakan atau tidak merespon informasi yang diberikan oleh dosen penggampu mungkin karena informasi itu diberikan pada saat UAS berlangsung sehingga keadaan lingkungan pada saat itu menuntut mahasiswa untuk lebih berkonsentrasi terhadap pelaksaanaan UTS agar mendapatkan hasil yang maksimal sehingga mahasiswa tadi ada yang tidak membuka facebook atau malah tidak memberikan perhatian khusus terhadap informasi yang ada.


Rabu, 24 Oktober 2012

UTS (Teori Jean Piaget)

Kelompok 4:
Deepraj Kaur (10-051)
Venti Ayu Wibawa ( 10-070)
Riana Octhaviany (10-079)

Pengaplikasian teori dari tokoh Jean Piaget (Teori Perkembangan Kognitif) dalam kehidupan sehari-hari bisa dikatakan sering kita lakukan tanpa kita sadari. Dalam perkembangan kognitif Jean Piaget, ada 4 tahap:
  1. Tahap Sensori Motor (saat lahir - 1 tahun)
  2. Tahap Pra-Operasional (2-3 tahun - 7-8 tahun)
  3. Tahap Operasional Konkret (7-8 tahun - 12-14 tahun)
  4. Tahap Operasional Formal (di atas 14 tahun)
Dalam hal ini, kami (kelompok) mengaplikasikan teori Piaget dalam tahap operasional formal. Tahap Operasional Formal ciri utamanya adalah bahwa seseorang dapat menangani situasi multifaktor (berbeda dengan situasi dua-faktor saja). Pemikir Operasional formal mampu mengonseptualisasikan semua kombinasi faktor dalam situasi tertentu.
Kelompok kami mengaplikasikan teori Piaget ini kedalam hal 'blog'
Alasan mengapa kami mengatakan 'blog' sebagai aplikasi dari teori Piaget?
Hal ini dikarenakan di tahap operasional formal ini bahwa orang-orang pada tahap ini telah mampu berpikir abstrak dan menangani situasi multifaktor, mampu mengonseptualisasikan semua kombinasi faktor dalam situasi tertentu. 
Misalnya mengedit tata letak dari blog tersebut. Dalam mengedit tampilan blog kita, kita memperhatikan sisi keindahan, kerapian, keteraturan tata letaknya, juga memperhatikan sisi ergonomisnya. Hal ini jelas menyangkut dengan tahap operasional formalnya dalam hal membuat design tata letak saja kita perlu memperhatikan banyak hal, kita terlebih dahulu membayangkan bagaimana hal yang akan kita lakukan (berpikir abstrak), juga kita konseptualisasikan apa yang harus kita lakukan dengan mengkombinasikan hal-hal yang diperlukan dalam memperhatikan sisi-sisi yang kita inginkan. Misalnya untuk keindahan, kita tambahkan animasi-animasi, gambar-gambar, mengedit template, warna-warna yang indah dan cocok, juga tidak menyakitkan mata saat melihat blognya.

Dalam mengedit ada beberapa langkah-langkah di bawah ini:
Sebelum kita mengaplikasikan apa yang mau kita lakukan dalam mengedit, biasa kita telah memikirkan dalam pikiran kita secara abstrak apa yang akan kita lakukan sebelum melakukannya.








Rabu, 10 Oktober 2012

Psi. Belajar (Make some Products)



Pada perkuliahan hari ini saya diminta oleh dosen pengampu untuk membuat sesuatu yang kreatif dengan stimulus 1 lembar kertas HVS, 1 karton kecil, dan sebuah sertifikat dengan topik hemat listrik. Setelah membuat sesuatu yang kreatif kemudian saya diminta untuk menganalisanya dengan menggunakan teori Skinner. Pertama sekali saya mengisi sertifikat dengan nama saya sendiri, walaupun itu tidak termasuk hal yang kreatif namun hal ini dapat saya jelaskan berdasarkan teori skinner dimana stimulus sertifikat sudah terbiasa dengan adanya nama atau dapat dikatakan setiap sertifikat yang sah pastinya ada nama pemiliknya sehingga saya menuliskan nama saya pada sertifikat tersebut dengan spontan. Hal kedua yang saya lakukan adalah menggambar dan membuat slogan pada karton berukuran postercard hal ini saya lakukan karena saya sering melihat adanya postercard pada buku yang saya baca sehingga saya memiliki ide untuk menggunakan kertas karton tersebut menjadi postercard. Tahap ketiga saya menggambar pada kertas HVS, hal ini saya lakukan karena saya suka menggambar di kertas HVS ketika mood saya buruk dan setelah menggambar biasanya mood saya akan menjadi lebih baik sehingga saya memutuskan untuk menggambar di kertas HVS tersebut. Kaitannya lebbih lanjut dengan teori skinner yang populer dengan reinforcement baik yang positif maupun negatif serta adanya punishment untuk membentuk perilaku yang mempengaruhi tindakan adalah produk yang saya buat secara spontan merupakan efek reinforcement yang selama ini saya alami dimana setiap lulus saya mendapatkan sertifikat dengan nama saya sehingga saya menulis nama saya pada sertifikat, saya merasa tertarik dengan postercard sehingga saya menggubah kertas karton menjadi postercard dan yang terakhir mood saya akan meembaik setiap kali menggambar di kertas HVS.

Selasa, 09 Oktober 2012

Skinner merupakan salah satu tokoh pencetus teori Operant Conditioning. Operant Conditioning merupakan teori pembelajaran dimana individu akan dikenalkan dengan positive reinforcement, negative reinforcement dan punishment. Saya memiliki pengalaman pribadi yang familiar dengan metode operant conditioning. Salah satunya adalah pengalaman saya pada saat berusia 12 tahun dimana saya selalu menonton televisi dari jarak yang sangat dekat. Pertama sekali ibu saya mencoba menasehati saya namun cara itu tidak berhasil, kemudian ibu saya memberikan saya reward setiap kali saya menonton televisi dari jarak standar namun lama kelamaan habit saya kembali lagi. Karena saya keras kepala dan selalu menonton tv dari jarak dekat maka ibu saya akan mematikan televisi jika saya menonton dari jarak yang dekat, sehingga akhirnya jika saya mau menonton televisi maka saya harus berada di jarak standar.

Pembahasan :

  Berdasarkan teori Skinner ibu saya pertama sekali mencoba menggunakan positif reinforment namun karena saya tetap melanggar apa yang dikatakan ibu saya maka saya dikenakan negatif reinforment sehingga saya akhirnya menjadi terbiasa untuk menonton televisi dari jarak dekat.

Senin, 08 Oktober 2012

KINKY BOOTS


Nama Kelompok :

 
KINKY BOOTS
Sinopsis :
Film ini menceritakan tentang suatu pabrik sepatu pria yang hampir bangkrut yang  terjadi pada diri Charlie Price, setelah ayahnya meninggal dia baru menyadari bahwa pabriknya dalam keadaan yang hampir bangkrut. Charlie terpaksa memecat beberapa karyawannya, karena ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan lagi. Charlie hanya bisa mengatakan “ini semua salahku, apa yang harus aku lakukan?”, seolah-olah tidak ada usaha sedikitpun untuk melakukan perbaikan. Maka, ada salah seorang karyawannya yang melakukan protes padanya dan hal ini memicu Charlie untuk berpikir keras menyelamatkan pabrik warisan ayahnya “Price & Son”. Charlie akhirnya bertemu dengan seorang waria bernama Lola (Simon) dan mendapatkan ide untuk membuat sepatu khusus waria dan menjadikan Lola sebagai designernya. Hal ini dikarenakan ia melihat pangsa pasar para waria sangat terbuka lebar. Penerimaan Lola bekerja di pabriknya menimbulkan pro-kontra di dalam perusahaan itu sendiri dan akhirnya untuk mengenalkan produk sepatu khusus waria tersebut maka Charlie membawa semua hasil rancangannya ke Milan karena Milan adalah pusat mode dunia. Charlie bekerja keras agar produk yang dibuatnya terkenal di Milan, yang membuat ia dan karyawannya salah paham dan mereka pun akhirnya mengerti karena mereka mengetahui Charlie benar-benar ingin agar produk yang dipasarkannya sukses dan pabriknya tidak bangkrut. Kerja keras membuat hubungan ia dan tunangannya tidak harmonis dan putus karena tunangannya selingkuh. Ketka di Milan, Lola dan tim penarinya tidak hadir dan membuat semuanya berada di luar kendali. Sebagai pengganti Lola, Charlie maju sebagai model dan membuat hal konyol dan pada saat itu penolong yang diharpkannya menolong datang di saat yang tak terduga. Hal yang patut dicontoh ialah Charlie mampu berubah dari sikap yang acuh tak acuh pada pekerjaan yang diwariskan ayahnya berubah menjadi orang yang cekatan. Berubah dari pria yang diremehkan pegawainya menjadi atasan yang dihormati pegawainya dan tentang pendekatan Lola maupun Charlie memperlakukan pegawai  dan orang lain adalah hal yang patut dicontoh, karena tanpa ada pegawai, maka pabrik tidak bisa berjalan. Film ini memberi inspirasi bagi semua orang untuk tidak menyerah pada setiap keadaan meskipun keadaan itu sangat sulit.

Pembahasan :

Teori Gestalt
Fokus riset Gestalt adalah pengalaman persepsi. Ada 4 asumsi dasar dari perspektif Gestalt :
1.      Yang harus dipelajari adalah perilaku molar bukan perilaku molecular.
2.      Organisme merespon stimuli yang tersegregasi bukan stimuli spesifik.
3.      Lingkungan behavioral adalah realitas subjek.
4.      Organisasi lingkungan sensoris adalah interaksi dinamis dari kekuatan-kekutan di dalam struktur yang mempengaruhi persepsi individu.
Kaitan teori Gestalt dengan film Kinky Boots adalah Charlie sebagai peran utama di film ini bertemu dengan Lola yang dapat mengubah hidupnya. Pada saat ia bertemu Lola ia tidak serta merta menggangapt Lola seorang waria yang akan membuat masalah dalam hidupnya namun ia lebih melihat secara keseluruhan dimana ada peluang yang bisa ia ambil dari kebutuhan Lola yaitu sepatu wanita dengan ukuran pria (perilaku molar). Charlie tidak memandang Lola hanya sebagai waria namun ia melihat potensi Lola dan mau mempekerjakan Lola untuk membantu ia membangkitkan pabriknya kembali (stimuli tersegregasi). Kemudian Charlie berani memasarkan produknya ke Milan walaupun para pegawainya merasa curiga dan ia tetap tidak malu untuk berteman dengan Lola walaupun di pabrik banyak sekali persepsi karyawan yang pro dan kontra terhadap tindakan Charlie (persepsi individu).

Koneksionisme Edward Thorndike
Teori koneksionisme Thorndike berbeda dengan teori pengkondisian klasik dimana Thorndike tertarik dengan proses mental (mendesain eksperimen untuk meneliti proses pemikiran binatang) dan ia juga meneliti perilaku mandiri atau sukarela.
Hukum belajar berdasarkan asumsi tersebut Thorndike :
1.      Law of effect (keadaan yang memuaskan setelah respons akan memperkuat koneksi antara stimulus dan perilaku yang tepat dan sebaliknya).
2.      Law of exercise (repetisi dari pengalaman akan meningkatkan peluang respon yang benar).
3.      Law of readiness (kondisi yang mengatur keadaan disebut “memuaskan” atau “menjengkelkan”)
Kaitannya dengan Film “Kinky Boots” adalah Charlie sebagai pewaris toko sepatu pada mulanya merasa putus asa dan tidak tau apa-apa untuk menjalankan pabrik sepatu prianya namun ketika ia bertemu dengan Lola dan meliihat sepatunya maka ia mendapatkan ide untuk membuat sepatu itu karena ia melihat Lola kesakitan saat memakai sepatu wanita . Law of effect disini ditunjukkan pada saat Charlie merasa bahwa jika ia dapat mensupply sepatu untuk waria maka akan ada banyak waria yang akan merasa puas dan dapat menjadi konsumennya. Law of exercise ditunjukkan pada saat Charlie membuat sepatu waria pertamanya dan ternyata Lola merasa tidak puas sehingga ia meminta kepada Lola untuk mendesain sepatu yang baik dan Charlie juga berusaha berulang kali untuk menciptakan sepatu waria yang sempurna. Law of readiness terjadi pada saat Charlie memutuskan untuk memperkenalkan sepatu waria buatannya di Milan dimana ia tahu bahwa sepatu tersebut dapat menarik perhatian pasar disana dan ia juga menyadari banyak pegawainya yang mencurigai dia namun ia dapat mengatur keadaan tersebut dan sukses untuk memasarkan sepatunya.