Setiap guru memiliki berbagai macam strategi tentang pembelajaran. Strategi - strategi belajar itu berasal dari paradigma yang berbeda. Setiap guru akan menjadi efektif jika secara sadar memilih dan menggunakan strategi mengajar, memperluas perbendaharaan strategi dan ahli dalam strategi yang ia gunakan. Ada 5 strategi belajar :
Strategi 1 : Pelatihan dan pelatihan lanjut, yaitu mengembangkan keterampilan dasar dan lanjutan dengan tujuan yang jelas.
Strategi 2 : Ceramah dan menjelaskan, yaitu menyajikan informasi dengan ceramah.
Stratefi 3 : Mencari dan menemukan, yaitu pembelajaran ketrampilan berpikir, memcahkan masalah, dan kreativitas melalui penemuan dan penyelidikan.
Strategi 4 : Kelompok dan tim yaitu berbagi informasi dan bekerja secara kooperatif.
Strategi 5 : Pengalaman dan refleksi, yaitu mengajak siswa merefleksikan pembelajaran ke lingkungan.
Sumber : Sudarwan Danim, (2010), Pedagogi, Andragogi, dan Heutagogi, Bandung : Alfabeta
Rabu, 28 Maret 2012
Pedagogi Praktis
Reza indah pribadi 10-014
Deepraj Kaur 10-051
Anisah Gayatri 10-072
Paedagogi praktis itu adalah pengaplikasian ilmu pedagogi didalam kegiatan mengajar. Tidak semua guru bisa mengaplikasikan sistem pendidikan yang baik maka dibutuhkan ilmu pedagogi praktis untuk membantu/membimbing para pengajar dalam mengaplikasikan ilmu sistem pendiidikan yang baik.
Kalau mengingat masa sekolah ada berbagai macam kepribadian guru. Ada yang suka ngasih tugas , ada yang suka marah, ada yang tegas, ada yang humoris ada yang kejam, ada juga yang pemalas dll.Perbedaan cara mengajar mereka adalah seni mengajar mereka. Jika dilihat dari unsur pedagogisnya maka guru yang baik adalah yang memiliki 10 kualitas
* Percaya diri
* Sabar
* Rasa Kasih sayang kepada siswanya
* Pemahaman
* Mampu menjelaskan topik dengan cara yang berbeda
* Dedikasi untuk keunggulan siswanya
* Teguh dalam memberi dukungan
* Kesediaan untuk membantu siswa mencapai prestasi
* Bangga atas prestasi siswa
* Bersemangat dalam mengerjakan tugas-tugasnya
Jika dilihat dari sepuluh poin diatas berdasarkan pengamatan saya, saya rasa guru guru sekarang terbentur di poin no 5,10.
Poin 5 adalah mampu menjelaskan topik dengan cara yang berbeda, guru cenderung mengajarkan siswa-siswanya dengan cara yang seperti itu saja, jarang guru menggunakan teknologi dalam menjelaskan materinya kepada murid-muridnya. Namun ada juga yang mampu melaksanakan poin ke 5 ini. Seperti guru fisika saya dulu, mungkin karena faktor usia beliau menjelaskan segala sesuatu persis seperti dibuku sampai contoh soal saja diambil dibuku. Padahal contoh soalnya mudah . Akibatnya pada saat ujian kami menjumpai soal yang sulit kami kesusahan. Selain itu guru hanya mengajar teoritisnya saja tidak praktisnya atau penyelesaian masalah secara logis.
Sedangkan poin kesepuluh adalah bersemangat dalam mengerjakan tugas-tugasnya. Ada beberapa guru saya dulu sangat malas mengerjakan tugas-tugasnya. Biasanya mereka akan memberikan tugas lalu hilang entah kemana ataupun memberikan bahan untuk dicatat dan menginstruksikan salah satu murid untuk mencatat dan guru tersebut pergi entah kemana.Kertas ujian pun gak jelas apa diperiksanya atau dibuangnya.
refrensi:
Sudarwan Danim, (2010), Pedagogi, Andragogi, dan Heutagogi, Bandung : Alfabeta
Deepraj Kaur 10-051
Anisah Gayatri 10-072
Paedagogi praktis itu adalah pengaplikasian ilmu pedagogi didalam kegiatan mengajar. Tidak semua guru bisa mengaplikasikan sistem pendidikan yang baik maka dibutuhkan ilmu pedagogi praktis untuk membantu/membimbing para pengajar dalam mengaplikasikan ilmu sistem pendiidikan yang baik.
Kalau mengingat masa sekolah ada berbagai macam kepribadian guru. Ada yang suka ngasih tugas , ada yang suka marah, ada yang tegas, ada yang humoris ada yang kejam, ada juga yang pemalas dll.Perbedaan cara mengajar mereka adalah seni mengajar mereka. Jika dilihat dari unsur pedagogisnya maka guru yang baik adalah yang memiliki 10 kualitas
* Percaya diri
* Sabar
* Rasa Kasih sayang kepada siswanya
* Pemahaman
* Mampu menjelaskan topik dengan cara yang berbeda
* Dedikasi untuk keunggulan siswanya
* Teguh dalam memberi dukungan
* Kesediaan untuk membantu siswa mencapai prestasi
* Bangga atas prestasi siswa
* Bersemangat dalam mengerjakan tugas-tugasnya
Jika dilihat dari sepuluh poin diatas berdasarkan pengamatan saya, saya rasa guru guru sekarang terbentur di poin no 5,10.
Poin 5 adalah mampu menjelaskan topik dengan cara yang berbeda, guru cenderung mengajarkan siswa-siswanya dengan cara yang seperti itu saja, jarang guru menggunakan teknologi dalam menjelaskan materinya kepada murid-muridnya. Namun ada juga yang mampu melaksanakan poin ke 5 ini. Seperti guru fisika saya dulu, mungkin karena faktor usia beliau menjelaskan segala sesuatu persis seperti dibuku sampai contoh soal saja diambil dibuku. Padahal contoh soalnya mudah . Akibatnya pada saat ujian kami menjumpai soal yang sulit kami kesusahan. Selain itu guru hanya mengajar teoritisnya saja tidak praktisnya atau penyelesaian masalah secara logis.
Sedangkan poin kesepuluh adalah bersemangat dalam mengerjakan tugas-tugasnya. Ada beberapa guru saya dulu sangat malas mengerjakan tugas-tugasnya. Biasanya mereka akan memberikan tugas lalu hilang entah kemana ataupun memberikan bahan untuk dicatat dan menginstruksikan salah satu murid untuk mencatat dan guru tersebut pergi entah kemana.Kertas ujian pun gak jelas apa diperiksanya atau dibuangnya.
refrensi:
Sudarwan Danim, (2010), Pedagogi, Andragogi, dan Heutagogi, Bandung : Alfabeta
Pengalaman Kuliah Online
Setiap hari senin pagi biasanya saya harus selalu bangun pagi dan terburu-buru ke kampus untuk mengikuti perkuliahan, belum lagi setiap hari senin jalanan macet banget. Namun senin yang lalu terasa berbeda ketika saya mengikuti kuliah online. Jujur saja saya sangat antusias banget mengikuti kuliah online, selain menghemat waktu karena tidak perlu berkutat dengan jalanan yang macet saya juga dapat lebih leluasa dalam mengemukakan pendapat saya. Dari segi materi yang dibahas pada kuliah online juga menarik. Saya dapat melihat berbagai sudut pandang teman-teman saya yang dimuat di group serta website yang kami bedah juga sangat menarik karena didalamnya terdapat berbagai macam informasi tentang pendidikan yang tentunya juga berkaitan dengan matakuliah paedagogi.
Minggu, 11 Maret 2012
Seni dan Ilmu Belajar dan Hubungannya dengan Perkuliahan 5 Maret 2012
Mengajar merupakan seni sebab pengajar dituntut untu dapat mempelajari dan mentransformasikan pelajaran tersebut kepada muridnya, membangun keaktifan belajar, memotivasi belajar, menangkap pikiran dan hati,memfasilitasi ruang belajar dsb. Pada Perkulihan kemarin saya mendapatkan kesan pembelajaran yang dilakukan di kelas merupakan salah satu seni mengajar pada paedagogi dimana dosen pengampu mencoba membimbing dengan memberikan contoh langsung kepada mahasiswa agar mahasiswa dapat memahami dengan baik (mencoba mentransformasikan ilmu, serta dosen pengampu menyediakan ruang bagi mahasiswa agar dapat mempermudah proses pembelajaran.
DAFTAR PUSTAKA:
Danim, Sudarwan (2010). Paedagogi, Andragogi, dan Heutagogi. Bandung: Alfabeta
Selasa, 17 Mei 2011
tugas mini proyek
deepraj kaur 10-051
anggun RS sitanggang 10-075
riana octhaviany 10-079
PENGARUH MOTIVASI TERHADAP PRESTASI
(peran motivasi dalam mewujudkan prestasi)
BAB I
PERENCANAAN
1.1.Pendahuluan
Topik makalah ini adalah “ Peran Motivasi dalam Proses Mewujudkan Prestasi “ dengan judul “ Pengaruh Motivasi terhadap Prestasi “. Judul ini mengaitkan 2 hal yaitu motivasi dan prestasi. Motivasi adalah proses yang memberi semangat,arah,dan kegigihan perilaku (Santrock,2004). Dimana, perilaku yang termotivasi adalah perilaku yang penuh energi,terarah,dan bertahan lama. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, prestasi adalah hasil yang telah dicapai (dilakukan,dikerjakan dan sebagainya). Berdasarkan pengertian di atas dapat kita katakan bahwa prestasi adalah hasil dari suatu kegiatan seseorang atau kelompok yang telah dikerjakan, diciptakan dan menyenangkan hati yang diperoleh dengan jalan bekerja. Lalu, apakah hubungan antara motivasi dalam mewujudkan prestasi anak di Sekolah Menengah Pertama (SMP)?
Penelitian ini dilakukan di beberapa sekolah yaitu dari 25 anak berprestasi yang berasal dari sekolah SMP Harapan Mandiri, SMP BM-2, SMPN 31 Medan, SMPN 1 Sei Rampah, Methodist 1 medan. Sesuai dengan topik dan judul, penelitian ini dilakukan untuk meneliti bagaimana hubungan antara motivasi dalam mewujudkan prestasi anak di sekolah. Motivasi sangat berhubungan erat dalam mendukung prestasi seseorang. Hal ini terlihat dalam fenomena kehidupan sehari-hari dimana ada beberapa anak sekolah (khususnya SMP yang diteliti) dapat mempertahankan dan mencapai prestasi mereka dengan baik. Hal ini memunculkan pertanyaan “Apa yang memotivasi anak SMP yang diteliti untuk berprestasi?” Proses mewujudkan prestasi ternyata sangat dipengaruhi oleh motivasi. Pencapaian prestasi yang baik itu merupakan contoh dan bukti bagaimana motivasi dapat membantu siswa SMP dalam mempertahankan dan mencapai prestasi. Motivasi yang diberikan kepada murid di kelas berkaitan dengan perilaku murid dan sejauh mana perilaku mereka diberi semangat, memiliki arah, dan dipertahankan dalam jangka waktu lama. Jika murid menyelesaikan tugas karena terpaksa atau dengan rasa bosan, maka murid tersebut memiliki motivasi yang minim. Sebaliknya jika murid menghadapi tantangan dalam penyelesaian tugasnya namun tetap berusaha dan bertahan maka murid tersebut memiliki motivasi yang besar untuk berprestasi.
1.2.Landasan Teori
Pada faktanya, semua individu itu memiliki motivasi untuk berprestasi (Achievement Motivation) dan berdasarkan teori Kepribadian Henry Murray, ada 20 jenis kebutuhan yang salah satunya adalah need achievement yaitu kebutuhan untuk dapat mencapai sesuatu yang sulit, menguasai, memanipulasi, atau mengatur objek fisik, orang lain, atau ide yang dimiliki, dapat melakukan sesuatu dengan cepat dan mandiri serta dapat mengatasi hambatan dan menetapkan standar yang tinggi, berani berkompetisi dengan orang lain, dan dapat meningkatkan kepercayaan diri dengan bakat dan kemampuan. Artinya, setiap manusia memiliki kebutuhan mendapatkan prestasi; memecahkan masalah; mengerjakan tugas secepat dan sebaik mungkin.
Setiap orang memiliki achievement motivation dan need achievement, Namun banyak faktor yang mempengaruhi anak SMP sehingga motivasi itu tidak muncul bahkan hilang. Salah satunya adalah achievement motivation dan need achievement. Namun kuantitas motivasi dan need itu berbeda-beda pada setiap orang. Seseorang bisa unggul dalam suatu bidang namun bidang lain tidak. Selain itu, faktor dari lingkungan sosial menjadi faktor yang mempengaruhi mengapa seseorang tidak termotivasi dalam mencapai sesuatu. Sebagai contoh, seorang anak yang pada awalnya merupakan orang yang berprestasi dan terampil di sekolahnya bisa berubah menjadi anak yang apatis terhadap pendidikannya sejak orang tuanya bercerai, tetapi hal sebaliknya juga bisa terjadi. Anak yang mengalami suatu tekanan dalam hidupnya bisa lebih termotivasi untuk berprestasi. Di lingkungan sosial anak tersebut membuat motivasinya agar prestasinya bertambah dan berkurang. Jadi dapat disimpulkan bahwa prestasi dipengaruhi oleh motivasi dan motivasi dipengaruhi oleh lingkungan sosial.
Selain itu, motivasi dalam mewujudkan prestasi juga dipengaruhi oleh Keinginan akan adanya pengakuan. Hal ini dijelaskan oleh Teori Kebutuhan Maslow yaitu berupa Hirarki Kebutuhan. Pada hirarki ke-4 berupa kebutuhan akan harga diri (esteem needs), yang pada umumnya tercermin dalam berbagai simbol-simbol status. Keinginan akan harga diri (esteem needs) merupakan keinginan untuk memperoleh pengakuan, penghormatan, dan status social dari orang lain,dan kebutuhan ini jugalah yang mendorong orang untuk bekerja dan berprestasi. Dengan demikian, setiap individu mempunyai motif keinginan (want) dan kebutuhan (need) tertentu dan mengharapkan kepuasan dari hasil kerjanya. Dianalogikan dengan para siswa SMP yang diteliti,mereka ingin berprestasi agar mendapat pengakuan, dihargai, dan biasanya mendapatkan lebih banyak kesempatan untuk mengeksplorasi diri mereka dalam bidang pendidikan sehingga mereka lebih berkembang daripada siswa lain.
1.3.Alat dan Bahan
- Kamera
- Angket
- Reward
- Alat Tulis
1.4. Analisis Data
Dalam pengumpulan data pada tugas mini proyek ini kami menggunakan metode penarikan kesimpulan dari wawancara yang kami lakukan kepada 25 siswa SMP dari lima sekolah yang berada di Sumatera Utara.
1.5.Objek atau Subjek Penelitian
Data diperolehan dari 25 siswa SMP yang berasal dari lima sekolah baik swasta maupun negeri yang berada di Kota Medan, Sumatera Utara,yaitu:
• 5 siswa dari SMP Harapan Mandiri;
• 5 siswa dari SMP BM-2;
• 5 siswa dari SMPN 31 Medan;
• 5 siswa dari SMPN 1 Sei Rampah; dan
• 5 siswa dari Methodist 1 medan.
Data diperoleh dengan memberikan mereka beberapa pertanyaan (metode wawancara).
1.6.Jadwal Pelaksanaan
Tanggal Kegiatan
4 April 2011 Menentukan topik dan judul
Menentukan objek dan subjek penelitian
Merencanakan bentuk pengambilan data
9 April 2011 Membuat pertanyaan untuk wawancara
13 April 2011 Mengunjungi sekolah pertama untuk mengambil data
15 April 2011 Mengunjungi sekolah kedua untuk mengambil data
20 April 2011 Mengunjungi sekolah ketiga untuk mengambil data
22 April 2011 Mengunjungi sekolah keempat untuk mengambil data
27 April 2011 Mengunjungi sekolah kelima untuk mengambil data
30 April 2011 Menyimpulkan data
3-7 Mei 2011 Menyelesaikan perencanaan
10 Mei 2011 Menyelesaikan bagian pelaksanaan
11 Mei 2011 Menyelesaikan laporan dan evaluasi
1.7.Kalkulasi Biaya
Alat dan Bahan Biaya (Rp )
1. Print kertas untuk wawancara Rp 15.000
2. Reward (Chocolatos + Pulpen) Rp 60.000
3. Transportasi Rp 135.000
4. Biaya tak terduga Rp 100.000
TOTAL Rp 310.000
BAB II
PELAKSANAAN
Pemilihan topik dan judul merupakan tahap awal dalam pelaksanaan tugas mini proyek ini. Topik yang kami pilih adalah peran motivasi dalam mewujudkan prestasi. Berdasarkan topik tersebut, judul yang diambil adalah pengaruh motivasi terhadap prestasi. Penelitian ini didukung oleh beberapa teori psikologi seperti teori motivasi yaitu achievement motivation, teori kepribadian Murray tentang need achievement, dan teori need hierarki Maslow yaitu esteem needs. Penelitian ini menggunakan beberapa alat dan bahan seperti : kamera, kertas wawancara, alat tulis, dan reward. Setelah itu, dibuat analisis data serta menentukkan objek dan subjek penelitian yang terdiri dari 25 siswa yang berasal dari 5 sekolah menengah pertama di kota medan. Penelitian dilakukan disekolah masing-masing. Pengambilan data dari 25 siswa tersebut dilakukan dengan wawancara secara tertulis dan siswa diminta untuk menjawab secara jujur.
Setelah melakukan penelitian terhadap 25 siswa tersebut, dibuat suatu kesimpulan yang didukung oleh teori-teori psikologi.
BAB III
PELAPORAN DAN EVALUASI
3.1. Laporan
Dari hasil penelitian terhadap 25 anak berprestasi diperoleh sebanyak :
• 54% anak berprestasi langsung mendaftarkan diri ketika ada kegiatan perlombaan akademis disekolah.
• 64% anak berprestasi memiliki keinginan sendiri untuk belajar tanpa harus dipaksa orangtua.
• 52% anak berprestasi itu termotivasi oleh adanya pemberian reward.
• 92% anak berprestasi memiliki tujuan belajar yang jelas.
• 52% anak berprestasi memiliki motivasi yang sangat kuat untuk membahagiakan orangtua dan untuk mewujudkan cita-cita mereka.
Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa motivasi sangat berpengaruh terhadap prestasi anak disekolah. Hal ini ditunjukkan dari hasil penelitian bahwa kebanyakkan dari siswa yang berprestasi itu memiliki suatu dorongan yang berasal dari dalam diri mereka (motivasi intrinsik), bagaimanapun keadaannya mereka belum tentu terpengaruh oleh keadaan lingkungan sekitar dan tetap mempertahankan prestasi nya. Jadi, kebanyakan anak yang berprestasi itu memiliki motivasi intrinsik yang lebih besar daripada motivasi ekstrinsik.
3.2.Evaluasi
Berdasarkan perencanaan yang telah dibuat dan pelaksanaan yang telah dilakukan, ditemukkan adanya ketidaksesuaian terhadap waktu pengambilan data. Dimana, pada perencanaan telah diperkirakan waktu pemngambilan data sekitar lima hari, tetapi pada pelaksanaannya dibutuhkan waktu sekitar dua minggu untuk mengumpulkan data. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya : sulitnya menentukkan waktu yang sesuai antara penguji dengan objek yang diuji, dan sulitnya mendapatkan izin dari pihak sekolah untuk melakukan pengambilan data.
3.4.komentar kelompok dan individu
Menurut kelompok kami, tugas mini proyek ini sangat menantang karena ini merupakan pengalaman pertama kami untuk menyelesaikan tugas yang menggunakan penelitian. Disini juga kami dituntut untuk bisa lebih kreatif dalam membuat poster dan menambah wawasan kami terhadap fenomena pendidikan yang terjadi di Indonesia.
Menurut deepraj: saya mengalami kesulitan dalam mengumpulkan data dan mengeksplorasi kreatifitas saya. Karena pada dasarnya saya termasuk orang yang kurang kreatif.
Menurut anggun: tugas mini proyek ini cukup menuntut saya untuk lebih kreatif dalam membuat poster, lebih teliti dalam mengolah data, dan menuntut kami untuk lebih bekerjasama.
Menurut riana: tugas mini proyek ini sangat menarik tetapi juga melelahkan. Saya dituntut untuk menjadi tahu bagaimana cara melakukan sesuatu penelitian. Dan banyak pelajaran yang dapat saya ambil dalam tugas mini proyek ini.
DAFTAR PUSTAKA
kuliahpsikologi.dekrizky.com
fachrugianappb.blogspot.com
Santrock.,J.W.(2008).Psikologi Pendidikan(edisi kedua). Jakarta: Prenada Media Group.
anggun RS sitanggang 10-075
riana octhaviany 10-079
PENGARUH MOTIVASI TERHADAP PRESTASI
(peran motivasi dalam mewujudkan prestasi)
BAB I
PERENCANAAN
1.1.Pendahuluan
Topik makalah ini adalah “ Peran Motivasi dalam Proses Mewujudkan Prestasi “ dengan judul “ Pengaruh Motivasi terhadap Prestasi “. Judul ini mengaitkan 2 hal yaitu motivasi dan prestasi. Motivasi adalah proses yang memberi semangat,arah,dan kegigihan perilaku (Santrock,2004). Dimana, perilaku yang termotivasi adalah perilaku yang penuh energi,terarah,dan bertahan lama. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, prestasi adalah hasil yang telah dicapai (dilakukan,dikerjakan dan sebagainya). Berdasarkan pengertian di atas dapat kita katakan bahwa prestasi adalah hasil dari suatu kegiatan seseorang atau kelompok yang telah dikerjakan, diciptakan dan menyenangkan hati yang diperoleh dengan jalan bekerja. Lalu, apakah hubungan antara motivasi dalam mewujudkan prestasi anak di Sekolah Menengah Pertama (SMP)?
Penelitian ini dilakukan di beberapa sekolah yaitu dari 25 anak berprestasi yang berasal dari sekolah SMP Harapan Mandiri, SMP BM-2, SMPN 31 Medan, SMPN 1 Sei Rampah, Methodist 1 medan. Sesuai dengan topik dan judul, penelitian ini dilakukan untuk meneliti bagaimana hubungan antara motivasi dalam mewujudkan prestasi anak di sekolah. Motivasi sangat berhubungan erat dalam mendukung prestasi seseorang. Hal ini terlihat dalam fenomena kehidupan sehari-hari dimana ada beberapa anak sekolah (khususnya SMP yang diteliti) dapat mempertahankan dan mencapai prestasi mereka dengan baik. Hal ini memunculkan pertanyaan “Apa yang memotivasi anak SMP yang diteliti untuk berprestasi?” Proses mewujudkan prestasi ternyata sangat dipengaruhi oleh motivasi. Pencapaian prestasi yang baik itu merupakan contoh dan bukti bagaimana motivasi dapat membantu siswa SMP dalam mempertahankan dan mencapai prestasi. Motivasi yang diberikan kepada murid di kelas berkaitan dengan perilaku murid dan sejauh mana perilaku mereka diberi semangat, memiliki arah, dan dipertahankan dalam jangka waktu lama. Jika murid menyelesaikan tugas karena terpaksa atau dengan rasa bosan, maka murid tersebut memiliki motivasi yang minim. Sebaliknya jika murid menghadapi tantangan dalam penyelesaian tugasnya namun tetap berusaha dan bertahan maka murid tersebut memiliki motivasi yang besar untuk berprestasi.
1.2.Landasan Teori
Pada faktanya, semua individu itu memiliki motivasi untuk berprestasi (Achievement Motivation) dan berdasarkan teori Kepribadian Henry Murray, ada 20 jenis kebutuhan yang salah satunya adalah need achievement yaitu kebutuhan untuk dapat mencapai sesuatu yang sulit, menguasai, memanipulasi, atau mengatur objek fisik, orang lain, atau ide yang dimiliki, dapat melakukan sesuatu dengan cepat dan mandiri serta dapat mengatasi hambatan dan menetapkan standar yang tinggi, berani berkompetisi dengan orang lain, dan dapat meningkatkan kepercayaan diri dengan bakat dan kemampuan. Artinya, setiap manusia memiliki kebutuhan mendapatkan prestasi; memecahkan masalah; mengerjakan tugas secepat dan sebaik mungkin.
Setiap orang memiliki achievement motivation dan need achievement, Namun banyak faktor yang mempengaruhi anak SMP sehingga motivasi itu tidak muncul bahkan hilang. Salah satunya adalah achievement motivation dan need achievement. Namun kuantitas motivasi dan need itu berbeda-beda pada setiap orang. Seseorang bisa unggul dalam suatu bidang namun bidang lain tidak. Selain itu, faktor dari lingkungan sosial menjadi faktor yang mempengaruhi mengapa seseorang tidak termotivasi dalam mencapai sesuatu. Sebagai contoh, seorang anak yang pada awalnya merupakan orang yang berprestasi dan terampil di sekolahnya bisa berubah menjadi anak yang apatis terhadap pendidikannya sejak orang tuanya bercerai, tetapi hal sebaliknya juga bisa terjadi. Anak yang mengalami suatu tekanan dalam hidupnya bisa lebih termotivasi untuk berprestasi. Di lingkungan sosial anak tersebut membuat motivasinya agar prestasinya bertambah dan berkurang. Jadi dapat disimpulkan bahwa prestasi dipengaruhi oleh motivasi dan motivasi dipengaruhi oleh lingkungan sosial.
Selain itu, motivasi dalam mewujudkan prestasi juga dipengaruhi oleh Keinginan akan adanya pengakuan. Hal ini dijelaskan oleh Teori Kebutuhan Maslow yaitu berupa Hirarki Kebutuhan. Pada hirarki ke-4 berupa kebutuhan akan harga diri (esteem needs), yang pada umumnya tercermin dalam berbagai simbol-simbol status. Keinginan akan harga diri (esteem needs) merupakan keinginan untuk memperoleh pengakuan, penghormatan, dan status social dari orang lain,dan kebutuhan ini jugalah yang mendorong orang untuk bekerja dan berprestasi. Dengan demikian, setiap individu mempunyai motif keinginan (want) dan kebutuhan (need) tertentu dan mengharapkan kepuasan dari hasil kerjanya. Dianalogikan dengan para siswa SMP yang diteliti,mereka ingin berprestasi agar mendapat pengakuan, dihargai, dan biasanya mendapatkan lebih banyak kesempatan untuk mengeksplorasi diri mereka dalam bidang pendidikan sehingga mereka lebih berkembang daripada siswa lain.
1.3.Alat dan Bahan
- Kamera
- Angket
- Reward
- Alat Tulis
1.4. Analisis Data
Dalam pengumpulan data pada tugas mini proyek ini kami menggunakan metode penarikan kesimpulan dari wawancara yang kami lakukan kepada 25 siswa SMP dari lima sekolah yang berada di Sumatera Utara.
1.5.Objek atau Subjek Penelitian
Data diperolehan dari 25 siswa SMP yang berasal dari lima sekolah baik swasta maupun negeri yang berada di Kota Medan, Sumatera Utara,yaitu:
• 5 siswa dari SMP Harapan Mandiri;
• 5 siswa dari SMP BM-2;
• 5 siswa dari SMPN 31 Medan;
• 5 siswa dari SMPN 1 Sei Rampah; dan
• 5 siswa dari Methodist 1 medan.
Data diperoleh dengan memberikan mereka beberapa pertanyaan (metode wawancara).
1.6.Jadwal Pelaksanaan
Tanggal Kegiatan
4 April 2011 Menentukan topik dan judul
Menentukan objek dan subjek penelitian
Merencanakan bentuk pengambilan data
9 April 2011 Membuat pertanyaan untuk wawancara
13 April 2011 Mengunjungi sekolah pertama untuk mengambil data
15 April 2011 Mengunjungi sekolah kedua untuk mengambil data
20 April 2011 Mengunjungi sekolah ketiga untuk mengambil data
22 April 2011 Mengunjungi sekolah keempat untuk mengambil data
27 April 2011 Mengunjungi sekolah kelima untuk mengambil data
30 April 2011 Menyimpulkan data
3-7 Mei 2011 Menyelesaikan perencanaan
10 Mei 2011 Menyelesaikan bagian pelaksanaan
11 Mei 2011 Menyelesaikan laporan dan evaluasi
1.7.Kalkulasi Biaya
Alat dan Bahan Biaya (Rp )
1. Print kertas untuk wawancara Rp 15.000
2. Reward (Chocolatos + Pulpen) Rp 60.000
3. Transportasi Rp 135.000
4. Biaya tak terduga Rp 100.000
TOTAL Rp 310.000
BAB II
PELAKSANAAN
Pemilihan topik dan judul merupakan tahap awal dalam pelaksanaan tugas mini proyek ini. Topik yang kami pilih adalah peran motivasi dalam mewujudkan prestasi. Berdasarkan topik tersebut, judul yang diambil adalah pengaruh motivasi terhadap prestasi. Penelitian ini didukung oleh beberapa teori psikologi seperti teori motivasi yaitu achievement motivation, teori kepribadian Murray tentang need achievement, dan teori need hierarki Maslow yaitu esteem needs. Penelitian ini menggunakan beberapa alat dan bahan seperti : kamera, kertas wawancara, alat tulis, dan reward. Setelah itu, dibuat analisis data serta menentukkan objek dan subjek penelitian yang terdiri dari 25 siswa yang berasal dari 5 sekolah menengah pertama di kota medan. Penelitian dilakukan disekolah masing-masing. Pengambilan data dari 25 siswa tersebut dilakukan dengan wawancara secara tertulis dan siswa diminta untuk menjawab secara jujur.
Setelah melakukan penelitian terhadap 25 siswa tersebut, dibuat suatu kesimpulan yang didukung oleh teori-teori psikologi.
BAB III
PELAPORAN DAN EVALUASI
3.1. Laporan
Dari hasil penelitian terhadap 25 anak berprestasi diperoleh sebanyak :
• 54% anak berprestasi langsung mendaftarkan diri ketika ada kegiatan perlombaan akademis disekolah.
• 64% anak berprestasi memiliki keinginan sendiri untuk belajar tanpa harus dipaksa orangtua.
• 52% anak berprestasi itu termotivasi oleh adanya pemberian reward.
• 92% anak berprestasi memiliki tujuan belajar yang jelas.
• 52% anak berprestasi memiliki motivasi yang sangat kuat untuk membahagiakan orangtua dan untuk mewujudkan cita-cita mereka.
Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa motivasi sangat berpengaruh terhadap prestasi anak disekolah. Hal ini ditunjukkan dari hasil penelitian bahwa kebanyakkan dari siswa yang berprestasi itu memiliki suatu dorongan yang berasal dari dalam diri mereka (motivasi intrinsik), bagaimanapun keadaannya mereka belum tentu terpengaruh oleh keadaan lingkungan sekitar dan tetap mempertahankan prestasi nya. Jadi, kebanyakan anak yang berprestasi itu memiliki motivasi intrinsik yang lebih besar daripada motivasi ekstrinsik.
3.2.Evaluasi
Berdasarkan perencanaan yang telah dibuat dan pelaksanaan yang telah dilakukan, ditemukkan adanya ketidaksesuaian terhadap waktu pengambilan data. Dimana, pada perencanaan telah diperkirakan waktu pemngambilan data sekitar lima hari, tetapi pada pelaksanaannya dibutuhkan waktu sekitar dua minggu untuk mengumpulkan data. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya : sulitnya menentukkan waktu yang sesuai antara penguji dengan objek yang diuji, dan sulitnya mendapatkan izin dari pihak sekolah untuk melakukan pengambilan data.
3.4.komentar kelompok dan individu
Menurut kelompok kami, tugas mini proyek ini sangat menantang karena ini merupakan pengalaman pertama kami untuk menyelesaikan tugas yang menggunakan penelitian. Disini juga kami dituntut untuk bisa lebih kreatif dalam membuat poster dan menambah wawasan kami terhadap fenomena pendidikan yang terjadi di Indonesia.
Menurut deepraj: saya mengalami kesulitan dalam mengumpulkan data dan mengeksplorasi kreatifitas saya. Karena pada dasarnya saya termasuk orang yang kurang kreatif.
Menurut anggun: tugas mini proyek ini cukup menuntut saya untuk lebih kreatif dalam membuat poster, lebih teliti dalam mengolah data, dan menuntut kami untuk lebih bekerjasama.
Menurut riana: tugas mini proyek ini sangat menarik tetapi juga melelahkan. Saya dituntut untuk menjadi tahu bagaimana cara melakukan sesuatu penelitian. Dan banyak pelajaran yang dapat saya ambil dalam tugas mini proyek ini.
DAFTAR PUSTAKA
kuliahpsikologi.dekrizky.com
fachrugianappb.blogspot.com
Santrock.,J.W.(2008).Psikologi Pendidikan(edisi kedua). Jakarta: Prenada Media Group.
Senin, 09 Mei 2011
Apa manfaat bimbingan konseling dalam mengisi waktu luang bagi siswa??
Di sekolah, bimbingan konseling pengisian waktu luang bermanfaat untuk membantu siswa dan klien-klien lain dalam :
1. mengisi waktu luang dengan kegiatan yang konstruktif
2. mengisi waktu luang di luar maupun di dalam jadwal sekolah (waktu istirahat, jam bebas, hari bebas atau hari libur)
3. menyusun rancangan dan rencana kegiatan
4. mencapai keseimbangan antara kegiatan belajar dengan kegiatan waktu luang, dan keseimbangan kegiatan jasmani, mental maupun sosial
1. mengisi waktu luang dengan kegiatan yang konstruktif
2. mengisi waktu luang di luar maupun di dalam jadwal sekolah (waktu istirahat, jam bebas, hari bebas atau hari libur)
3. menyusun rancangan dan rencana kegiatan
4. mencapai keseimbangan antara kegiatan belajar dengan kegiatan waktu luang, dan keseimbangan kegiatan jasmani, mental maupun sosial
Langganan:
Postingan (Atom)
